Saat Berada di Titik Terendah Dalam Hidup

Saat Berada di Titik Terendah Dalam Hidup

Apa kabar hari ini? Anda tidak harus menjawab "baik", saya juga suka berkata baik saat seseorang bertanya tentang kabar. ...Tapi belakangan ini rasanya tidak perlu berpura-pura.

Tulisan ini saya buat bukan untuk jadi tempat curhat, bukan hal menarik juga untuk dibahas, walau mungkin terkesan curhatan juga 😄. Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan Anda akan indahnya hidup, bahwa semua yang ada adalah kesempatan yang tak akan terulang.

Saya pernah atau mungkin berulang kali berada di titik terendah dalam hidup, seperti semuanya sudah tidak mungkin untuk diperbaiki. Masalah hidup yang sudah terlalu rumit membuat segala sesuatunya tak menarik lagi untuk dijalani, selalu berpikir negatif.

Kesalahan menyebabkan akibat yang cukup sulit untuk diperbaiki, berpikir kalau semua hal yang terjadi adalah sebab dari apa yang telah saya lakukan. Ternyata tidak juga. Meski "penyebab" itu sebenarnya tidak sepenuhnya salah, faktor x akan membuatnya tetap salah. Karena siapa pun mereka, akan selalu merasa benar di dunianya sendiri.

Itulah sebabnya terlalu bodoh rasanya untuk terus menyalahkan diri sendiri. Justru terus menyalahkan diri sendiri adalah kesalahan sesungguhnya. Kita akan terus terpuruk saat kita tidak mencintai diri kita sendiri.

Tak seorang pun yang lebih mengerti kamu selain dirimu sendiri.

Selama masa-masa sulit tak jarang saya memilih untuk melakukan aktivitas sendiri. Seperti menghabiskan malam panjang di pusat kota, menikmati indahnya gemerlap malam tanpa ada teman berinteraksi. Saya tahu bahwa akan banyak yang berpikir kalau itu bukan malam yang menyenangkan. Tapi tidak saat kamu merasakannya. Saya menyadari tak semua orang merasakan hal seperti itu. Seperti menemukan cerita baru, akan sangat menyenangkan bila dilihat dari sisi positif.

Saya yakin semua orang pernah berada di masa terbaiknya, seakan semua hal akan terus menyenangkan, berharap akan terus seperti itu. Tapi kenyataannya tak ada yang abadi. Ada masa di mana semua akan berubah, sesuatu yang selalu diharapkan seakan pergi menjauh, berganti dengan tantangan baru yang belum tahu akhirnya akan seperti apa, awal yang sulit untuk setiap perubahan. Tapi sadarkah Anda, beberapa hal tersebut jadi hal paling mudah Anda ingat disaat hidup ini sudah berada di level yang berbeda.

Banyak orang yang begitu semangat menceritakan masa lalunya yang dia rasa menarik untuk orang tahu. Padahalnya akhir cerita tak seindah di awal cerita. Mengapa mereka terlihat begitu semangat? itu karena hal yang sulit dilewati akan menjadi sangat menyenangkan untuk diingat, setiap kejutan telah membawa mereka pada level yang berbeda. Kesempatan yang mungkin tidak semua orang bisa merasakan.

Saya tidak akan menempatkan hal ini pada sebuah kepercayaan, cukup Anda menggambarkannya dengan cara Anda. Yang jelas, banyak kejutan tak terduga yang saya dapatkan, bahkan untuk hal yang mustahil akan terjadi. Saya akan tertawa sendiri bila mengingatnya.

Saya merenung sejenak dan melihat kembali ke masa lalu. Saya yang dulu, yang begitu mudah tertawa lepas, yang selalu berusaha membuat banyak orang tertawa telah berubah menjadi pribadi yang lebih dingin. Seiring bertambahnya usia perlahan pribadi juga ikut berubah, tanpa disadari. Saya yang awalnya begitu takut akan kehilangan suatu hal, sekarang tidak lagi ambil pusing. Entah ini baik atau buruk, yang jelas karena hal tersebut saya seperti menemukan kebahagian hidup yang sesungguhnya. Bahkan untuk saat ini, bila ingat kembali pada masa itu, masa sulit itu jadi bagian yang tidak ingin saya lupakan. Melihat rintik hujan di suatu malam di sudut kota akan menjadi hal yang manis untuk diingat, dan itu terjadi saat berada di titik terendah dalam hidup.

Lalu apa yang saya pelajari dari semua itu? saya menyadari kalau semua hal tak akan bisa diubah, dan memang tak perlu. Mungkin apa yang saya alami saat itu adalah salah satu bagian dari apa yang saya harapkan saat ini. Beberapa kali kehidupan juga seperti menjelaskan sesuatu: "tenanglah, ini juga akan terlewati". Jadi bila diberi pilihan untuk kembali ke masa itu apakah saya akan ambil? saya rasa tidak. Mungkin dengan berpikir memperbaiki masa lalu semua akan menjadi manis kedepannya, belum tentu. Bisa saja hari-hari akan selalu datar, tak ada lagi kesempatan untuk merasakan yang namanya mentertawakan kehidupan.

Dari pengalaman itu saya semakin menyakini kalau kita hanya dituntut untuk tetap tenang di tengah badai. Meski berulang kali jatuh, cobalah untuk bangkit, dan sadarilah tak semua orang bisa merasakan perjalan hidup yang seindah warna hidupmu, berhenti sejenak itu juga bagian dari sebuah perjalanan hidup yang manis. Memang butuh waktu untuk kembali titik yang seharusnya, keluar dari titik terendah dalam hidup, tapi tetap yakinlah.

Saat saya membuat artikel ini, saya mencoba mencari tentang judul artikel ini di internet. Ternyata di Google ada yang mencari "cara memperbaiki hidup yang sudah hancur", "keluar dari hidup susah", "kenapa hidup saya selalu menderita", sampai "saat hidup terasa hancur". Dari sini bisa saya simpulkan bahwa, meskipun seseorang berada dalam tekanan hidup, dia akan tetap mencari solusi untuk memperbaikinya. Naluri manusia untuk tetap bertahan hidup dengan berbagai cara, termasuk mencari solusi di internet. Jadi apakah setelah membaca artikel di internet masalah itu akan terselesaikan? saya rasa tidak. Saya rasa itu hanya bentuk pelarian dari masalah yang sedang dihadapi. Dengan melakukan hal tersebut, orang-orang akan merasa mendapat solusi dan mencoba berpikir naif, bahwa semua akan baik-baik saja.

Tapi tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Seperti di film The Shawshank Redemption, kekuatan dari pada harapan (Hope) telah membawa seseorang pada keajaiban yang tak pernah terpikir oleh semua orang sebelumnya. Vonis penjara seumur hidup tak membuat Andy berputus asa, kenyataan bahwa dia tidak bersalah membawa kejutan manis pada akhir cerita.

Contoh di atas telah menjelaskan kepada kita bahwa sebenarnya hidup itu tidak serumit yang kita pikir. Kegelisahan akan apa yang terjadi membuat kita selalu berusaha mencari cara agar tidak terjadi masalah, walaupun terkadang cara tersebut malah menambah masalah. Beruntungnya, pada akhirnya setiap masalah itu bisa terlewati. Namun, apakah masalah akan tetap terlewati saat kita tidak melakukan apapun? akan sulit untuk bisa tetap tenang di tengah badai.

Saat berada di titik terendah dalam hidup, penting untuk ingat bahwa banyak orang mengalami kesulitan. Tetaplah tenang.

A: Mengapa kamu selalu terlihat tenang?
B: Saat sedang sendiri aku merasakan kegelisahan yang berlebih. Masalah yang sepertinya tidak akan mungkin bisa kuperbaiki, harus mulai dari mana. Aku mencoba memikirkan semua hal agar tidak melakukan hal bodoh, meski pada akhirnya aku melakukannya. ...Aku pikir memang tidak ada yang abadi. Saat aku berada di keramaian, aku lupa caranya gelisah.

Hidup akan selalu sama, setiap orang pasti akan mengalami yang namanya naik turun kehidupan, yang membedakan mungkin cara pandang kita akan hal tersebut. Jadi bila segala sesuatu sudah tidak bisa Anda ubah, cobalah untuk mengubah sikap Anda pada hal tersebut. Seseorang yang tidak memiliki apapun yang sedang terjebak di hutan akan sangat bahagia saat pertama kali dia bertemu seseorang di hadapannya. Atau seseorang yang yang memiliki semua hal (termasuk aktivitas) yang sangat diharapkan orang lain akan sangat bahagia saat bisa menikmati sendiri matahari terbenam di pantai. Itulah hidup, selalu ada hal baru yang harus terus dijalani. Tetap semangat, jalan terus!

Posting Komentar

Postingan Populer