Berhenti Sejenak Juga Bagian Dari Sebuah Perjalanan

Berhenti Sejenak Juga Bagian Dari Sebuah Perjalanan

Waktu itu sekitar tahun 90an, seorang anak kecil mulai mencari jawaban dari banyak pertanyaan di kepalanya, mencoba menaklukkan dunia. Rasa penasaran yang membawanya ke arah yang berulang kali membuatnya jatuh dan bangun. Yang pada akhirnya menemukan jati dirinya, menemukan pondasi kuat dalam mengarungi perjalanan panjang.

Dalam perjalanan, berulang kali dia berusaha untuk berlari, mencoba untuk mengejar apa yang diimpikan. Sayangnya, langkahnya tak sekuat itu, lelah membuatnya juga berhenti berulang kali.

Apakah anak itu sedang bermimpi? tidak juga. Dia sudah bangun untuk melanjutkan mimpinya.

Ya, setiap orang punya mimpi besar, sayangnya kebanyakan tak sesuai harapan. Terkadang mimpi itu buyar hanya karena faktor lain yang muncul di luar dugaan. Tak sedikit memilih untuk berhenti atau tetap menjalani dengan pasrah bakal ke mana arah selanjutnya.

Untuk setiap kesempatan, selalu ada harapan besar yang dipikirkan, harapan akan adanya kebahagian dari apa yang diharapkan. Selalu berusaha untuk mewujudkannya dengan berbagai cara. Cara yang menguras banyak waktu dan tenaga.

Saat semua mulai tak sejalan, muncul hal-hal negatif yang membuat berfikir untuk merubah haluan. Mimpi-mimpi besar itu hanya sebatas mimpi, tak ada lagi semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Dikala berhenti, pernahkan Anda berpikir kalau pemberhentian itu juga bagian dari sebuah perjalanan?

Mungkin semua yang direncanakan sudah tak sesuai harapan. Tak ada lagi langit cerah yang dinantikan. Tapi yakinlah, mungkin Anda memang butuh hal itu untuk melanjutkan perjalanan. Badai itu ternyata adalah bagian dari perjalan besar itu sendiri. Dikecewakan berulang kali? bukan masalah. Anda terlalu kuat untuk badai di luar rumah.

Sudah seberapa jauh Anda melangkah? sudah seberapa banyak suka dan duka yang Anda lihat? Mungkin bukan hal penting untuk dipikirkan, perjalanan sudah jadi keharusan untuk tetap dijalani. Karena pilihan hidup selalu punya arah untuk dilalui, bahkan untuk pilihan yang berakhir pada sebuah penyesalan.

Saya pikir tak ada yang salah dengan pilihan, salah saat kita menyesalinya. Setiap pilihan selalu ada hitam dan putihnya, ini hanya soal bagaimana cara pandang kita pada hal tersebut.

Beri kesempatan setiap hal menghampiri hidupmu, rasakan kejutannya!

Posting Komentar