Cara Mudah Menghemat Listrik di Rumah: Bukan Hanya Mematikan Alat Listrik

Cara Mudah Menghemat Listrik di Rumah: Bukan Hanya Mematikan Alat Listrik

Listrik merupakan kebutuhan pokok saat ini. Kegunaannya yang dapat diaplikasikan menjadi energi lain membuat kita sangat bergantung akan fungsinya di masa saat ini. Banyak pekerjaan rumah yang sebelumnya dikerjakan dengan tangan kini dapat digantikan oleh alat-alat listrik.

Sumber listrik sendiri sudah ada sejak tahun 1821. Sang penemunya yang bernama Michael Faraday telah mengubah konsep dunia pada saat itu. Sejak saat itu teknologi berkembang sangat cepat. Karena fungsinya yang dapat membantu mempermudah ide-ide baru dari penemuan lainnya.

Karena listrik bukanlah merupakan energi yang bisa langsung kita dapat dari alam seperti matahari, butuh proses untuk menghasilkannya. Dalam proses tersebut ada biaya yang harus dikeluarkan. Itulah sebabnya sampai saat ini tidak mudah untuk mendapatkan listrik secara cuma-cuma, ada biaya yang harus dibayar. Maka dari itu ada baiknya pengunaan listrik digunakan sebaik dan sehemat mungkin.

3 Cara Mudah Menghemat Listrik di Rumah

Tahukah Anda bahwa mematikan perangkat listrik saja tidak cukup untuk menghemat listrik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan listrik di rumah. Berikut cara mudah untuk menghemat penggunaan daya listrik yang bisa kamu coba di rumah.

1. Matikan Alat Listrik Yang Tidak Perlu

Ini adalah hal yang paling umum dilakukan. Saat kita tidak beraktivitas di rumah, kita bisa mematikan alat-alat listrik yang tidak perlu. Seperti kipas, AC, dan TV. Karena memang fungsinya hanya berguna saat kita di rumah. Mematikan alat-alat listrik tersebut akan sangat membantu dalam menghemat penggunaan listrik.

2. Pastikan Setiap Sambungan Kabel, Sakelar, dan Stop Kontak (Colokkan) Terhubung Kuat

Sambungan listrik pada setiap bagian yang terputus (dihubungkan saat digunakan) juga memberi efek pada pemakaian daya. Hal ini akan menyebabkan adanya penggunaan daya kejut (daya besar diawal) yang berulang-ulang. Tentu saja penggunaan daya kejut ini akan berpengaruh pada daya listrik yang kita komsumsi. Contohnya seperti saat kita menaiki sepeda. Bila kita berulang kali berhenti lalu mengayuh kembali, dibandingkan dengan bila kita mengayuh sekali tanpa berhenti dengan jarak yang sama, energi yang dikeluarkan pasti lebih banyak saat berulang kali berhenti. Itu terjadi karena kita butuh energi yang lebih besar saat memulai.

3. Gunakan Kabel Power yang Besar

Untuk kabel power seperti kabel utama dari meteran, kabel sambungan (colokkan), ada baiknya menggunakan kabel yang ukurannya cukup besar. Hal ini sangat berpengaruh pada penggunaan daya yang seharusnya bernilai sesuai dengan nilai alat tersebut jadi bertambah. Karena kabel yang kecil akan mengakibatkan adanya daya yang hilang pada kabel tersebut. Kabel kecil juga beresiko, bisa menyebabkan isolasi kabel meleleh karena panas, yang akhirnya bisa menyebabkan kabel terbakar. Hal ini terjadi karena listrik pada kabel kecil akan merubah energi listrik menjadi energi panas.

Dengan memastikan 3 cara tersebut diterapkan di rumah, penggunaan daya listrik bisa dipasti akan lebih baik. Tentu saja akan mengurangi biaya yang kita keluarkan.

Penutup

Pengunaan energi yang semakin meningkat setiap tahunnya menuntut bumi "bekerja" lebih ekstra. Jadi bukan tidak mungkin suatu saat listrik akan jadi sesuatu yang sangat sulit didapat, karena semakin banyaknya kebutuhan yang menyebabkan tidak seimbangnya daya yang dimiliki dengan daya digunakan. Hemat listrik untuk hidup yang lebih baik.

Posting Komentar